Minggu, 08 Januari 2017
Syafa'at adalah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at orang-orang kafir.
Syafaat disebutkan pertama kali dalam Al-Qur'an adalah pada QS.AL-Baqarah ayat 48. Dalam ayat tersebut terdapat perintah Allah kepada Bani Israil untuk bertaqwa dengan alasan di akhirat nanti tidak akan ada syafaat (pertolongan) dari siapapun kecuali amal manusia masing-masing. Syafa’at hakikatnya adalah doa, atau memerantarai orang lain untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan. Atau dengan kata lain syafa’at adalah memintakan kepada Allah di akhirat untuk kepentingan orang lain. Dengan demikian meminta syafa’at berarti meminta doa, sehingga permasalahan syafa’at ialah sama dengan doa.
Namun ada pertolongan Allah kepada manusia yang diberi syafaat oleh Nabi Muhammad. Syafaat yang diberikan oleh Rasulullah SAW ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Hal ini membuat beliau menjadi tumpuan harapan terakhir bagi manusia. Lantas siapa saja golongan manusia yang mendapat syafaat dari Rasulullah SAW?
Syafaat dapat diartikan sebagai pertolongan yang diberikan seseorang kepada orang lain dengan memberikan manfaat bagi orang tersebut dan menolak mudarat. Namun jika dikaitkan dengan Allah SWT maka syafaat itu memiliki arti sebuah pengampunan yang diberikan oleh-Nya. .
Ada bermacam-macam jenis syafaat, salah satunya adalah yang khusus dilakukan oleh Rasulullah SAW. Syafaat tersebut diberikan kepada umat-Nya atas izin Allah SWT sewaktu masih di Padang Mahsyar sampai mereka yang sudah masuk ke dalam neraka.
Syafaat yang diberikan oleh Rasulullah SAW tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Hal ini membuat beliau menjadi tumpuan harapan terakhir bagi penghuni neraka yang ingin keluar dari neraka. Sebab ternyata keleluasaan Rasulullah SAW dalam memberikan syafaat tersebut tidak hanya untuk orang-orang yang bertakwa saja. Namun juga bagi kaum muslimin yang berbuat maksiat.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya: "Aku di beri pilihan antara (memberi) Syafa'at dan memasukkan Separoh umatku ke dalam surga, maka aku memilih untuk memberi syafa'at, karena syafa'at itu lebih merata (umum) dan lebih mencukupi. Apakah kalian menyangka bahwa Syafa'at itu hanya untuk orang-orang mukmin yang bertaqwa, Tidak ! Melainkan juga untuk orang-orang yang berdosa, orang - orang yang kotor, dan orang- orang yang melakukan kesalahan."
Secara umum, syafaat tersebut ditujukan kepada seluruh umat yang beriman. Mereka yang selama hidupnya pernah mengikrarkan kalimat syahadat, sebagai bukti keimanannya kepada Allah SWT serta pengakuan terhadap Kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Setelah memahami hakekat syafaat tersebut, maka sebagai kaum muslimin hendaknya kita hanya meminta syafaat kepada Allah SWT, sebab hanya Allah lah yang memiliki syafaat. Jadi barang siapa yang meminta syafaat kepada selain Allah, maka hal ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan. Oleh sebab itu, jangan pernah meminta syafaat kepada makhluk termasuk nabi. Untuk itu, mintalah syafaat hanya kepada Allah karena Nabi sekalipun tidak bisa memberikan syafaatnya tanpa ridho dan izin dari-Nya.
Demikianlah ulasan mengenai golongan manusia yang mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk kaum mukmin yang mendapatkan syafaat dari Rasulullah di Yaumil Akhir kelak. Amin ya Robbal Alamin.
Sumber :
http://www.infoyunik.com/2015/12/golongan-manusia-yang-mendapat-syafaat.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Syafa'at
Agar mendapat Syafaat di Hari Kiamat Terapkan Hal ini
di
22.00
Syafa'at adalah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at orang-orang kafir.
Syafaat disebutkan pertama kali dalam Al-Qur'an adalah pada QS.AL-Baqarah ayat 48. Dalam ayat tersebut terdapat perintah Allah kepada Bani Israil untuk bertaqwa dengan alasan di akhirat nanti tidak akan ada syafaat (pertolongan) dari siapapun kecuali amal manusia masing-masing. Syafa’at hakikatnya adalah doa, atau memerantarai orang lain untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan. Atau dengan kata lain syafa’at adalah memintakan kepada Allah di akhirat untuk kepentingan orang lain. Dengan demikian meminta syafa’at berarti meminta doa, sehingga permasalahan syafa’at ialah sama dengan doa.
Namun ada pertolongan Allah kepada manusia yang diberi syafaat oleh Nabi Muhammad. Syafaat yang diberikan oleh Rasulullah SAW ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Hal ini membuat beliau menjadi tumpuan harapan terakhir bagi manusia. Lantas siapa saja golongan manusia yang mendapat syafaat dari Rasulullah SAW?
Syafaat dapat diartikan sebagai pertolongan yang diberikan seseorang kepada orang lain dengan memberikan manfaat bagi orang tersebut dan menolak mudarat. Namun jika dikaitkan dengan Allah SWT maka syafaat itu memiliki arti sebuah pengampunan yang diberikan oleh-Nya. .
Ada bermacam-macam jenis syafaat, salah satunya adalah yang khusus dilakukan oleh Rasulullah SAW. Syafaat tersebut diberikan kepada umat-Nya atas izin Allah SWT sewaktu masih di Padang Mahsyar sampai mereka yang sudah masuk ke dalam neraka.
Syafaat yang diberikan oleh Rasulullah SAW tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Hal ini membuat beliau menjadi tumpuan harapan terakhir bagi penghuni neraka yang ingin keluar dari neraka. Sebab ternyata keleluasaan Rasulullah SAW dalam memberikan syafaat tersebut tidak hanya untuk orang-orang yang bertakwa saja. Namun juga bagi kaum muslimin yang berbuat maksiat.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya: "Aku di beri pilihan antara (memberi) Syafa'at dan memasukkan Separoh umatku ke dalam surga, maka aku memilih untuk memberi syafa'at, karena syafa'at itu lebih merata (umum) dan lebih mencukupi. Apakah kalian menyangka bahwa Syafa'at itu hanya untuk orang-orang mukmin yang bertaqwa, Tidak ! Melainkan juga untuk orang-orang yang berdosa, orang - orang yang kotor, dan orang- orang yang melakukan kesalahan."
Secara umum, syafaat tersebut ditujukan kepada seluruh umat yang beriman. Mereka yang selama hidupnya pernah mengikrarkan kalimat syahadat, sebagai bukti keimanannya kepada Allah SWT serta pengakuan terhadap Kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Setelah memahami hakekat syafaat tersebut, maka sebagai kaum muslimin hendaknya kita hanya meminta syafaat kepada Allah SWT, sebab hanya Allah lah yang memiliki syafaat. Jadi barang siapa yang meminta syafaat kepada selain Allah, maka hal ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan. Oleh sebab itu, jangan pernah meminta syafaat kepada makhluk termasuk nabi. Untuk itu, mintalah syafaat hanya kepada Allah karena Nabi sekalipun tidak bisa memberikan syafaatnya tanpa ridho dan izin dari-Nya.
Demikianlah ulasan mengenai golongan manusia yang mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk kaum mukmin yang mendapatkan syafaat dari Rasulullah di Yaumil Akhir kelak. Amin ya Robbal Alamin.
Sumber :
http://www.infoyunik.com/2015/12/golongan-manusia-yang-mendapat-syafaat.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Syafa'at
Tags :
Hari Akhir,
Islam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

thank infonya sangat bermanfaat, kunjungi http://bit.ly/2KFWNkJ
BalasHapus