Home »
Islam »
Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi kesombongan
Minggu, 08 Januari 2017
Kesombongan, berasal dari kata sombong (bahasa Inggris: pride, bahasa Latin: superbia), merupakan suatu perasaan atau emosi dalam hati yang dapat mengacu pada dua makna umum. Dalam konotasi negatif biasanya mengacu pada perasaan meningkatnya status atau prestasi seseorang, seringkali disebut "keangkuhan". Sementara dalam konotasi positif mengacu pada satu perasaan puas diri seseorang terhadap tindakan atau pilihannya sendiri, atau terhadap pihak lain, atau juga terhadap suatu kelompok sosial; dapat dikatakan sebagai satu produk turunan dari pujian, refleksi diri, atau rasa memiliki yang terpenuhi. Para filsuf dan psikolog sosial telah mengamati bahwa kesombongan adalah suatu emosi sekunder yang kompleks, yang memerlukan pengembangan dari satu perasaan pribadi dan penguasaan perbedaan konseptual yang relevan (misalnya membedakan kesombongan dari kebahagiaan dan sukacita) melalui interaksi secara lisan dengan orang lain. Beberapa psikolog sosial juga mengidentifikasinya terkait dengan suatu sinyal dari status sosial yang tinggi.
Hampir semua orang pasti tidak suka jika disombongi orang lain, tapi apakah benar jika dalam hati Anda tidak pernah terbersit sifat sombong meskipun hanya sedikit? Tahukah Anda jika islam sangat melarang seorang muslim memiliki hati yang sombong. Sombong dalam islam memiliki arti, sebagai berikut ini :
Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda : “Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” (HR. Muslim, 2/89)
Sombong merupakan jebakan termudah bagi setan untuk menyesatkan dan menjerumuskan manusia, misalnya melalui jenjang ekonomi, jenjang sosial, jenjang pendidikan dan lainnya. Setan membisikkan kita untuk sombong pada orang yang kelasnya dibawah kita, misalnya : menganggap remeh, memandang sebelah mata, ekspresi mulutnya yang terkesan meremehkan, tidak menganggap orang itu ada, tidak mau melihat, tidak mau berinteraksi, buang muka, dan lainnya. Sombong, sekecil apapun sangat berbahaya bagi diri kita bahkan dapat mengharamkan kita masuk ke surga.
Penjelasan ringkas:
Sifat sombong dan takabbur merupakan salah satu di antara sifat-sifat Allah yang hanya boleh dimiliki oleh Allah. Karenanya tidak ada seorang makhlukpun yang boleh bersifat dengannya. Karena siapa saja yang mencoba untuk bersifat dengannya maka Allah Ta’ala akan menyiksanya karena telah menyaingi-Nya dalam sifat yang khusus miliknya, sebagaimana Allah akan menyiksa orang yang menyaingi-Nya dalam ibadah yang merupakan hak khusus milik Allah.
Dan sungguh Allah telah menjatuhkan ancamannya ini kepada makhluk pertama yang mencontohkan kesombongan yaitu Iblis. Hal itu terjadi tatkala dia enggan untuk melaksanakan perintah Allah berupa sujud kepada Adam alaihissalam. Semua itu karena sifat sombong dan congkak yang dia miliki dengan merasa lebih baik daripada Nabi Adam alaihissalam. Karenanya wajar jika Ibnu Al-Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa sifat sombong merupakan salah satu dari rukun-rukun kekafiran. Hal itu karena kesombongan mengantarkan seseorang untuk menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain, sebagaimana Iblis menolak perintah Allah yang merupakan kebenaran dan memandang rendah Nabi Adam alaihissalam yang sebenarnya lebih utama daripada dirinya. Dan sungguh karena sifat sombong inilah Iblis menjadi kafir dan diusir dari langit.
Maka siapa saja yang mempunyai sifat sombong di dalam hatinya walaupun sekecil biji sawi maka dia telah menyamai Iblis dalam hal ini. Dan tatkala Iblis diusir dari surga akibat kesombongannya, maka Allah juga mengharamkan surga dari manusia yang masih mempunyai sifat sombong di dalam hatinya walaupun sekecil biji sawi. Dan itu berarti tempat kembalinya di akhirat adalah neraka Jahannam yang penuh dengan siksaan dari Allah Ta’ala, wal ‘iyadzu billah.
Sumber/refrensi:
http://kajianlagi.blogspot.co.id/2017/01/alasan-kenapa-kita-tidak-boleh-sombong.html
http://al-atsariyyah.com/sombong-sifat-penghuni-neraka.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kesombongan
Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi kesombongan
di
21.54
Kesombongan, berasal dari kata sombong (bahasa Inggris: pride, bahasa Latin: superbia), merupakan suatu perasaan atau emosi dalam hati yang dapat mengacu pada dua makna umum. Dalam konotasi negatif biasanya mengacu pada perasaan meningkatnya status atau prestasi seseorang, seringkali disebut "keangkuhan". Sementara dalam konotasi positif mengacu pada satu perasaan puas diri seseorang terhadap tindakan atau pilihannya sendiri, atau terhadap pihak lain, atau juga terhadap suatu kelompok sosial; dapat dikatakan sebagai satu produk turunan dari pujian, refleksi diri, atau rasa memiliki yang terpenuhi. Para filsuf dan psikolog sosial telah mengamati bahwa kesombongan adalah suatu emosi sekunder yang kompleks, yang memerlukan pengembangan dari satu perasaan pribadi dan penguasaan perbedaan konseptual yang relevan (misalnya membedakan kesombongan dari kebahagiaan dan sukacita) melalui interaksi secara lisan dengan orang lain. Beberapa psikolog sosial juga mengidentifikasinya terkait dengan suatu sinyal dari status sosial yang tinggi.
Hampir semua orang pasti tidak suka jika disombongi orang lain, tapi apakah benar jika dalam hati Anda tidak pernah terbersit sifat sombong meskipun hanya sedikit? Tahukah Anda jika islam sangat melarang seorang muslim memiliki hati yang sombong. Sombong dalam islam memiliki arti, sebagai berikut ini :
Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda : “Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” (HR. Muslim, 2/89)
Sombong merupakan jebakan termudah bagi setan untuk menyesatkan dan menjerumuskan manusia, misalnya melalui jenjang ekonomi, jenjang sosial, jenjang pendidikan dan lainnya. Setan membisikkan kita untuk sombong pada orang yang kelasnya dibawah kita, misalnya : menganggap remeh, memandang sebelah mata, ekspresi mulutnya yang terkesan meremehkan, tidak menganggap orang itu ada, tidak mau melihat, tidak mau berinteraksi, buang muka, dan lainnya. Sombong, sekecil apapun sangat berbahaya bagi diri kita bahkan dapat mengharamkan kita masuk ke surga.
Penjelasan ringkas:
Sifat sombong dan takabbur merupakan salah satu di antara sifat-sifat Allah yang hanya boleh dimiliki oleh Allah. Karenanya tidak ada seorang makhlukpun yang boleh bersifat dengannya. Karena siapa saja yang mencoba untuk bersifat dengannya maka Allah Ta’ala akan menyiksanya karena telah menyaingi-Nya dalam sifat yang khusus miliknya, sebagaimana Allah akan menyiksa orang yang menyaingi-Nya dalam ibadah yang merupakan hak khusus milik Allah.
Dan sungguh Allah telah menjatuhkan ancamannya ini kepada makhluk pertama yang mencontohkan kesombongan yaitu Iblis. Hal itu terjadi tatkala dia enggan untuk melaksanakan perintah Allah berupa sujud kepada Adam alaihissalam. Semua itu karena sifat sombong dan congkak yang dia miliki dengan merasa lebih baik daripada Nabi Adam alaihissalam. Karenanya wajar jika Ibnu Al-Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa sifat sombong merupakan salah satu dari rukun-rukun kekafiran. Hal itu karena kesombongan mengantarkan seseorang untuk menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain, sebagaimana Iblis menolak perintah Allah yang merupakan kebenaran dan memandang rendah Nabi Adam alaihissalam yang sebenarnya lebih utama daripada dirinya. Dan sungguh karena sifat sombong inilah Iblis menjadi kafir dan diusir dari langit.
Maka siapa saja yang mempunyai sifat sombong di dalam hatinya walaupun sekecil biji sawi maka dia telah menyamai Iblis dalam hal ini. Dan tatkala Iblis diusir dari surga akibat kesombongannya, maka Allah juga mengharamkan surga dari manusia yang masih mempunyai sifat sombong di dalam hatinya walaupun sekecil biji sawi. Dan itu berarti tempat kembalinya di akhirat adalah neraka Jahannam yang penuh dengan siksaan dari Allah Ta’ala, wal ‘iyadzu billah.
Sumber/refrensi:
http://kajianlagi.blogspot.co.id/2017/01/alasan-kenapa-kita-tidak-boleh-sombong.html
http://al-atsariyyah.com/sombong-sifat-penghuni-neraka.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kesombongan
Tags :
Islam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar